Monday, June 01, 2009

Surviving China -- Part 2

The story continued...

Xi’an
Orang di Shenzhen hostel bilang, bis ke airport itu nomer 27 dan nunggunya di halte Konka depan jalan, but after nunggu hampir 30 menit kok gak dateng2, akhirnya aku memutuskan untuk naik taxi sajah ke airport, daripada ketinggalan pesawat yang ke Xi’an!! Another challenge is to explain where I wanna go to the taxi driver, he can’t speak English!! So I use my sign language to communicate with the taxi drive…and thanked God, he finally understand me!!

My plane to Xi'an - China Southern Airlines

The flight to Xian was a little bit delay, because the run way is busy, the air traffic controller put the plane in queue, so we were 20 minutes late to arrive in Xian.

When I arrived at Xian airport, I then tried to find a bus to downtown Xi’an. Sebetulnya itu bis udah nangkring depan ku, tapi ketika ku tanya drivernya dia cuma geleng-geleng kepala ajah…untung ada cewek petugas bisnya yang nanya tujuan ku, dan kubilang aku mau ke Bell Tower, dan si cewek menjelaskan kalo bis yang dari tadi nongkrong di depan ku itu emang tujuannya ke Bell Tower…..ahhhh dasar sopir o’on!!!

Xi’an is a historic city. Loe bisa liat old building berada diantara bangunan2 modern, diantara KFC or McDonnald stand. Xi’an sendiri memiliki sejarah yang lebih tua dari China, karena ternyata Xi’an itu pernah menjadi ibukota negara dari beberapa dinasti yang ada di China…Katanya ada 16 Dinasti di China. Di Xi’an itu ada tembok yang mengelilingi kotanya, temboknya cukup luasss buat jalan-jalan di atasnya dan around the area you can see the bell tower and drum tower, semuanya berdekatan…so if you wanna rent a bike, go a head!


Yang terpenting dari perjalanan aku ke Xi’an adalah, gampang cari makanan!!! Karena tak jauh dari bell tower (dari hostel ku juga), ada yang namanya muslim street yang cukup terkenal, semua makanan di situ tentu saja halal, dan banyak camilan yang enak-enak!

Cuaca di Xi’an dingin saat itu, butuh jaket deh pokoknya, I think it’s around 20 C, berbeda banyak dengan Shenzhen dan kota China lainnya.

The highlight of my trip to Xi’an tentu saja ketika berkunjung ke Terracota Warrior museum, such an amazing discovery. Sempat aku berpikir dalam hati, gileee itu kaisar, nyuruh bikin patung tanah liat 7000an buat jagain dia waktu dia mati….Masya Alloh, sempat geleng-geleng kepala gak percaya, karena selain berupa patung tanah liat, si patung juga dilengkapi dengan persenjataan beneran…busur panah beneran, tombak beneran… amazing deh pokoknya! By the way kaisarnya dari Dynasty Qin (kalo gak salah inget, dinasti pertama China)

Beijing
Tujuan berikutnya adalah kota Beijing, aku pake kereta dari Xi'an ke Beijing...mau nyoba naik kereta China. Karena saat itu lagi liburan orang China (May labor day holiday/weekend), so tiket kereta yang tersisa adalah yang soft sleeper class seharga 400RMB. Ada 2 jenis kelas, yang soft sleeper dan hard sleeper beda keduanya kalo soft sleeper, 1 compartment itu ada 4 tempat tidur kalo yang hard sleeper ada 6 tempat tidur.

Beruntung banget di compartment kereta ku isinya 4 cewek semua, so agak bebas lah gak perlu pake kudung-kudungan.

Oh iya, lupa….selama perjalananku di China mulai dai Shenzhen sampai sekarang, di setiap tempat, people staring at me a lot, di metro, di bis, di jalan….semuanya pada melihat aku dari ujung kaki ke ujung rambut, aneh kali yaaa liat ada orang berkudung….(this exclude Xi’an yang udah biasa liat orang berkudung karena banyak banget berkeliaran di muslim quarter/muslim street)

Soft class sleeper train to Beijing
Di kereta ketemu teman baru, anak SMA yang pintar berbahasa Inggris (akhirnya ada juga yang bisa diajak ngobro!) Ternyata dia emang nyiapin diri buat bisa kuliah di Amerika, so her English is pretty good….dan emang rejeki, saat tiba di station Beijing West yang segede alaihim itu, sumpah gede banget itu station kereta!!! bapak si cewek itu jemput, so aku bisa nebeng nyampe ke hostel….alhamdullilah deh ada yang nolongin!

Hostel tempat ku nginap di Beijing deket ama Beijing Zhan (or Beijing train station), after do the laundry dan bersih-bersih, langsung aku ke station kereta itu untuk cari tiket kereta ke Shanghai. Eng…ing…eng…the biggest challenge of my trip, harus beli tiket kereta yang first class alias soft sleeper! Karena di counter yang bisa berbahasa Inggriss (buat turis-turis gitu), selalu ditawarin yang soft sleeper which is sekitar 700RMB, dan mereka gak mau jual yang hard sleeper ke para turis…sempat sedih dan down, karena kalo menurut catetan panduan yang kubawa dari Indonesia, tiketnya gak semahal itu dan kalo beli hard sleeper jauh-jauh hari masih ada tersedia tempat….masa’ mau give up so easy, pikirku..

Di tengah kebetean (cieee), ehhh muncul dewi penolong, seorang cewek (kayaknya anak kuliahan) yang tanya-tanya aku mau kemana dan gimana, trus setengah curhat dan minta tolong, aku tanya dia kok gak ada yang hard sleeper lagi tersedia…dan dia nunjukin kalo aku harus ke counter umum di loket 63. Tanpa pikir panjang aku ikut ngantri di loket 63, ternyata itu cewek ngikutin aku untuk ngantri…bener aja, ketika giliran aku, dan aku ngomong bahasa Inggris tentang tujuan ku, si penjaga loket dengan judesnya menolak permohonan aku….akhirnya aku minta tolong lagi ke itu cewek buat terjemahin dan sekalian beliin aku tiket
Alhamdullilah, aku dapat tiketnya, hard sleeper class seharga 317RMB dari Beijing ke Shanghai 3 hari lagi….yipppeeeeee!!! pokoknya sejuta tengkiu deh diucapkan untuk dewi penolong itu (too bad, I couldn’t get her name)

The highlite of my trip to Beijing tentu saja ketika ke Great Wall China, aku ngambil rute lewat Mutianyu. Tadinya mau jalan sendiri, karena ada bis wisata yang langsung ke sana, tapi ternyata hanya di hari weekend sajah…so akhirnya aku ikut tour ajah deh, murah juga dan gak bikin pusing kepala! Another great trip to the wall…Mutianyu gak terlalu ramai oleh turis, so menyenangkan dan viewnya juga bagus!



** Next post is about Shanghai, Hongkong and Macau

Surviving China -- Part 3

Part 3 continued

Shanghai
Kereta malam dari Beijing, tiba di Shanghai jam 12.59. Station kereta di Shanghai sama gedenya dengan station Beijing Zhan. Seperti sebelumnya, aku langsung cari tiket kereta yang ke Hongkong (Jiulong in Chinese), somehow di Shanghai gak sesulit waktu di Beijing, dan akupun langsung dapat tiket hard sleeper ke Hongkong dengan harga 412RMB (I'm at second level for my hard sleeper class, not bad, comfortable with pillow and quilt).


Di Shanghai lebih banyak orang bisa berbahasa Inggris, mungkin karena banyak banget expatriate yang kerja di tempat ini. Pusat kota Shanghai itu ada di the Bund, typical kota metropolitan pada umumnya...lots of shopping mall dan juga padat banget, and aku sempat ke Madame Tussaud Shanghai yang letaknya ada di seputaran the Bund.

Shanghai lebih mirip Jakarta, lebih banyak shopping mall dan juga bule berkeliaran. Daerah di French Concension serasa ada di jalanan Paris...sepi, tertib dan teratur, bis dan metro cukup murah dan nyaman.

Sedikit di luar kota Shanghai, naik metro line 9, aku maen ke old town called Qibao. Bener2 kota tua, bangunan tua trus ada canal kiri kanan, dan banyak toko suvenir khas China. Dan akses kemana-mana gampang, either bis or metro.

Hongkong – Macau
By the time the train from Shanghai reached Kowloon station in Hongkong, aku teriak kegirangan....yipeeeee, terjelajah juga China!!! Ternyata I survived China, merasa lebih lega karena China gitu lohhh….kalo di Hongkong mah, banyak orang Indo (TKI) dan biasa ajah, tapi surviving mainland China…that was amazing!!

Nyampe di Hongkong, langsung dong ngukur jalan, target jelajah siang itu adalah daerah Nathan Road, dan Hongkong kota (Avenue of the star, the harbour etc)

Hari berikutnya, dengan bis aku nyampe ke big Budha, dan balik lagi ke Hongkong untuk lanjut ke the Peak, and tentu sajah ke night market dan jade market….sedikit shopping dan cuci mata di mall-mall Hongkong…ternyata menurut aku sama aja ahh barang2nya sama yang ada di Jakarta…jadi heran, kalo orang-orang Indo kok bangga banget bisa shopping di Hongkong…padahal biasa aja tuh!

Hari terakhir sebelum ke KL malam harinya, aku ambil day trip ke Macau. Perjalanan naik ferry back and forth memakan waktu 2 jam pulang dan pergi. ferrynya cukup nyaman, mirip lah dengan ferry Tenggara 1 nya Nyumont.

Dari ferry ke pusat kota cukup murah dengan bis, hanya seharga 3.40 Patacca. Belanja di Macau cukup murah, dibandingkan di Hongkong. Seluruh kota bisa dijelajah dengan muter2 pake bis yang berkeliaran di setiap rute dengan mudahnya.

It was very refreshing and cheap trip to Macau!

Sore hari dari Macau, setelah ambil backpack yang dititipkan di hotel, aku langsung ke Hongkong International Airport yang segede alaihim….ini airport gede banget, dari tempat check in ke gatenya aja butuh waktu 40 menit melewati tangga, dan train…sumpah!! Gede banget…



Akhirnya flight Air Asia dari Hongkong (yang delay 1 jam di Hongkong), nyampe juga di Kuala Lumpur….sebetulnya aku malessss banget nginjek nih negara, tetapi berhubung harus menemui seseorang di KL dan harus touring bareng dia ke KL dan Singapore…. yaaa terpaksa mampir lagi ke sini.

Travel di KL dan Singapore gak menarik buat diceritakan, karena basically sama lah ama cerita perjalanan dulu...

So kesimpulan dari petualangan China ku:


  • Berasa jadi selebritis! Karena di metro, di bis, di toko, di restoran....semua orang pada melirik dan ngeliat dari mata kaki ke ujung rambut, luar biasa deh feeling seperti selebrity.
  • Banyak ketawanya! Terutama kalo pas nanya sesorang dan dia gak bisa ngomong Inggris dan hanya bisa garuk-garuk kepala....lucu banget, yet challenging buat bikin dia ngerti apa mau kita
  • Susah cari makan!!! Tapi kok bukannya kurus, malah gembul...mungkin faktor minum susu made in China ngkalee
  • Nyeseeelllll banget gak beli gelang jade! Hanya karena aku tinggal si credit card di safe deposit hostel!! how silly was that!! Duoduol...
  • Bener-bener uji nyali......
  • Thinking maybe I’ll go again to China someday, soalnya trip to China is MURAH!! If you go like a local, I mean using the metro/subway, the bus and eat local food (I managed to find a halal Chinese food in Beijing at Wangfujing street and in Shanghai, it is closed to Yishan metro station Shanghai, it served home made noodle), it will… sumpah, murah!!!

Thursday, March 05, 2009

Things I learned from Japanese Dorama

  1. Ikebana is a cultural and huge thing! There is Ikebana clan, some families looking after the Ikebana industry… whoa!

  2. One Japanese word can mean many things, depend on how your tone of voice saying it.

  3. Different language use for different people, for elder for family for someone who has higher position, different words, different tones, different meaning!

  4. Man and woman love/relationship is rarely shown affection, makes me wonder…kok gak passionate gitu loh relationshipnya, is it cultural thing?

  5. The word “Ganbatte!” is a word that Japanese use mostly, to say good luck! All the best! Break a leg! Take care! Do your best! Sukses yaaa! Semoga selamat!!...halah

  6. Many English word are translated into Japanese for example bathroom=basurumu, pride=prado, hotel=hoteru...interesting huh!! Ogawa Ryo san is right, Japanese finds it’s difficult to pronounce perfect English because some vowels and consonants are missing from Japanese alphabet.

Ja Mata Ne!!

Post Note:

Ikebana = Traditional Japanese flower arrangement (picture from Google image)

Tuesday, December 23, 2008

Friend makes the world go round - Buat Lala

(Buat Lala)

What is the world consisting of? The world consists of yesterday, today, tomorrow, happiness, sorrow, friendship, you name it! The list can go on and on. But today, I feel like the only thing that makes the world go round is a certain friend.

I called it a farewell email, she said that she will leave this island and go for another exciting journey with her new family. “Gosh, another good friend is gone”, I thought.

I’ve known her for about 9 years. For some reasons, it’s always nice talking with her, maybe because we shared the same birth sign. We shared most of things related to –adventure activities – , from Rinjani to white water rafting, from Sekongkang waterfall to Hickey’s trail. “Ahhhh, we’ve shared many things, didn’t we?” I whispered

Not once or twice we talked so much about God’s creature so called “Man!!” an interesting topic to discuss, heh...I remember on a rainy day when we rode on your motorcycle, and ended up at the Sate Rembiga. We’ve never planned to go there, it was something spontaneous but we ended up spending the whole afternoon talking and sharing stories (off course with the sate!).

I guess, having you as my friend is part of my friendship world, it moves things in that area and it’s just nice feeling having this kind of friend.

Hey you!!! Thanks for everything, thanks for being you. It is a pleasure to have crossed path with you in this so called Sumbawa Island. I will miss your presence here, I definitely will miss a person who has “lelet/telat/lambat” tag on her hehe.

I will miss your little one for sure, thinking of her growing up, it will be so much fun!! Say hi to Uncle Sam from me, will you?

Gambatte kudasai!

Friend does make my world go round, how about yours?

Tuesday, December 16, 2008

To the one I love

In our lives, there are times when we can’t fulfill our promises

There are times when love doesn’t blossom

There are times when dream don’t come true

We live our life groping, trying to solve a quiz that has no answer

Tomorrow if someone you love were to die, what kind of food should you give them to eat last?

Tomorrow if someone you love is to lose their voice, what kind of words would you like to hear from them last?

Tomorrow if someone you love, eyes were to lose their sight, what should you last reflect in those eyes



~~~ To the one I love

Sunday, December 14, 2008

Drama Jepun yang bikin mewek...

huwaaaa huwaaaa.....mewek nih gue!!! Gara-gara nonton pelem drama Jepun.

Menurut gue, ini drama yang plotnya bagus, nyambung dan enak buat ditonton. Pesan-pesan si pembuat pelem itu loh yang bikin kita mikir, misalnya "If you received a phone call from someone you love who is on the plane that's about to crash, what sort of words would you be able to tell them, who's about to encounter death in a matter of minutes?"

Bercerita tentang pencarian happiness, si tokoh lelaki yang divonis 3 bulan lagi akan buta, dan tokoh perempuan yang optimistic in finding happiness.

Pertama kalinya nonton drama Jepun dan bikin tissue hampir habis...

Nice story, agak mewek kalo nonton **especially the last few episodes**, but worth to watch...trust me!!

Judulnya Itoshi Kimi E

Tuesday, December 02, 2008

The sweetest taboo

“Would you like to have a cup of coffee or may be some lattes? I know there is a nice café one block away from this general literature section”, the girl's breaking the silence

“Ohh, oke although you shouldn’t have **grin**”, said the guy

“Ahhh, it’s the least that I can do after I spill out your coffee on your jacket”, replied the girl.

The world knows that coffee is never a kind of drink to the girl, yet she offers him a cup of coffee, under her guilty feeling, after accidentally running into this guy on the way to the library and spills his coffee all over his jacket.

“I’ll have a cup of cappuccino and one of those cheese cake, please”, said the girl.

“I’ll have the same, thanks”, this nice guy told the waiter

5 minutes later their order arrived.

Not sure how long they’ve talked. About the weather, the unique café where most of the guests are student, smiling at each other, giggling, commenting each other notes (they’re from the library by the way, taking notes of some ancient literature).

Until suddenly the girl said, “May I kiss you?”

Silence for a while… and then she continued, “I am sorry, it’s just that… I feel that you are very nice guy, and I just can’t resist seeing your beautiful smile without hhuummm...and makes me…hhuummm”

Before long explanation, the guy leans on her and starts to kiss the girl, gently and soft. Nothing spectacular about the kiss, simply a very sweet, sort, gentle and soft kiss.

Ahhh, it’s the kiss that makes her want to come back to this place


~~ Spring, Oosterdokskade, Amsterdam





Picture is courtesy of Google

Saturday, November 29, 2008

IRIS Pig, si smart Pig yang berubah jadi stupid Pig

Pertengahan minggu lalu, kantor aku yang biasanya sepi layaknya suasana kuburan di sore hari, tiba-tiba begitu ramai dan ributnya dengan keluar masuknya beberapa orang ke kantor bos gede, dan mereka sebetulnya jarang banget muncul di kantor utama. Ada bosnya listrik, orang Instrument juga ada, gak kehitung bolak baliknya bos Maintenance dan bos Operations.

Usut punya usut, ternyata si Smart Pig yang dilepas hilang di lautan...setelah melakukan tugasnya, dia gak muncul lagi di permukaan laut.

Apaan sih itu Smart Pig??

Nama sebetulnya sih IRIS Pig, **Gue ambil definisinya dari laporan AFE yaa hehehe** defenisinya IRIS Pig is an internal ultrasonic equipment, the best technology to assess inside the tailing pipeline. The inspection process must be able to produce confirming remaining wall thickness data that enables PT*** to determine remaining operating life left in the line.


Technology canggih, yang total capital cost awal dan juga lanjutan pengembangannya sekitar USD¼ million, cukup mahal untuk equipment yang canggih dan “Smart” ini, makanya dinamakan Smart Pig. Oh iya, Pig itu sendiri asal kata dari Pigging.

Nah di pertengahan minggu itulah si Smart Pig ini hilang di perairan, tidak muncul lagi ke permukaan, initial investigation adalah kebawa arus teluk Senunu…si bos manyun dan menggerutu, *quote*, "the Pig is not smart anymore, it’s become stupid Pig"

Wekkss, sampai akhir minggu ini pun itu benda belum ketemu juga....sayang banget soalnya, benda mahal, high-tech dan penting banget untuk PT*** dalam memonitor tailing pipelinenya, di satu sisi kita punya alat canggih itu untuk memonitor performance pipe offshore and onshore sebagai wujud tanggung jawab PT*** ke pemerintah dan juga me-manage risk kebocoran pipa, eh di sisi lain, ada juga resiko alat canggih itu hilang dan mungkin sulit untuk ditemukan..

Duh Smart Pig, dimanakah engkau berada??


Picture courtesy of
www.dacon-inspection.com
AFE = Authorization for Expenditure

Thursday, November 27, 2008

Pesan moral dalam sebuah sandiwara

Topik ini menjadi pembicaraan menarik 2 malam yang lalu.

Awalnya sih karena pertanyaan Wu yang nanya, apa yang loe dapat dari nonton drama Korea atau Jepang, yang notabene adalah sinetron-sinetron juga. Yang serinya bisa sampe puluhan.**Oh iya, beberapa bulan terakhir emang gue lagi seneng nonton drama Korea dan Jepang, pengen punya keasikan baru dan sesuatu yang berbeda dari yang biasa gue lakukan and gue tonton…you know, doing something different for a change.**

Hhmmm…untuk sesaat gue berpikir, sampai akhirnya bilang.

Gue terpesona melihat cara mereka memperlakukan orang tua mereka (ayah, ibu, nenek) dan juga bagaimana mereka menghormati atasan atau orang yang lebih tua dari mereka, dengan memberi anggukan kepala atau membungkuk, tanda rasa hormat terhadap orang tersebut. Gue juga tertarik dengan nilai-nilai keluarga yang ditampilkan, cara memperlakukan ancestor mereka, etika dan sopan santun, yang terlihat banget selalu ada.

Pastilah dalam setiap drama selalu ada peran jahat, dan aktifitas jahat lainnya, tapi menurut gue, hal itu mengalir begitu saja dan hanya sebagai background cerita, tidak terlalu mengekspos tentang kejahatannya sendiri.

Emang itu cuma cerita, sebuah sandiwara, tapi menurut gue itu adalah refleksi kehidupan di Negara Ginseng dan Tirai bambo tersebut. Disamping selalu ada kisah cinta segitiga (kadang segi empat), perebutan harta dan sarat air mata, tapi ada nilai-nilai moral yang ditunjukan dalam setiap karakter yang ditampilkannya..

Gue bilang ke Wu, mungkin yang bisa gue ambil adalah cara mereka menanamkan nilai-nilai moral itu dalam keluarga...yang akhirnya kami ( Wu , Wi , dan Ny) sepakat bahwa somehow,pesan moral itu semakin jarang ditemukan dalam kancah pesinetronan di Indonesia.

Hmmm...

~~ to be continued

Thursday, November 20, 2008

Aku gaptek banget...

Sore ini seharusnya moment yang membahagiakan setelah hampir 3 minggu home internet mati total. Sebuah SMS dari tetangga kamar (yg juga 'kehilangan' banget ama koneksi internetnya)

O: Kabar gembira kabar gembira!!! Internet udah sehat! Hihihi
W:Whoaa...Penantianku berakhir sudah..Gak perlu lagi muter2 ruangan nyari sinyal WiFi


Semangat 45 dong, langsung pasang laptop, hidupin modem..click, ngetes lewat yahoo, oopss kok gak konek yaa, hmmmm ada apa ini, kucoba lagi ke google...hmmm gak konek, ahhh mungkin linenya lagi sibuk (emangnya telp!!! dasar o'on yaa), jadi kudiemin aja

Selang 15 menit, gak juga konek-konek, ku hubungi si tentangga kamar, ehhh...koneksinya lancar gak?, dan jawabnya dengan riang...lancar, gue dah donlod sana sini

Hahh, what's going on ieu teh?? Dengan sedihnya aku minta bantuan si tetangga yang aku tau jagoan neon kalo soal komputer. Utak atik sana sini, clack click internet connection...kok gak nyambung-nyambung juga? hhmmmm aneh pikirnya?? Aku sih diem aja waktu dia berusaha keras nyari tau kenapa itu laptop gak konek ama modemnya.. sejuta pertanyaan diajukan ke aku, soal IP lah, adapter lah, etc etc semua istilah itu...dan semua kujawab dengan sedih "Gak tau :( "

"Duhhh, padahal dulu sekolah soal komputer...kok jadi gaptek gini sih, bathin ku sedih :( "
"Tapi kan teknologi berkembang, jadi dah lama gak kerja di daerah kaya' beginian... bathinku lagi mencari pembenaran diri atas ke-gaptekan-ku"

Aaarrrrggghh, gak sabar, akhirnya ku telp si omm Larisa, told him the problem and asked him if he can stop by to my room to check...and after 2 hours of waiting for him (iyeeee, dia makan malam dulu lahhh), akhirnya si omm datang dan dengan hanya 5 menit me-click itu IP address di laptop

Voila....konek deh, simple aja yang dilakukan, cuma nge-click 2 kali dan jadi deh

Uuuhhh, bukan berarti punya laptop canggih, semua fasilitas canggih membuat dunia elo berseri-seri....kalo gaptek kaya' aku gini yaaa...kacian deh!!

Moral of the story:

Know the right number to call when you need it!!! hehehe, teuteup gak mau usaha belajar...

Wednesday, November 19, 2008

Keselnya pagi itu...uhhh

Ms W: Hi Mr C, confirmed tuh, mobil itu dipake si G. Emang gitu yaa aturan mainnya, kok bisa si G yang bawa…emang who the heck is G? Marah nih gue Mr C, ajaib banget tuh ibu, sebegitu besarnya kan ketidaksukaan dia ke gue..

Mr C: oh ya?? si G itu sodaranya kah?

Ms W: emang gue pikirin, I don’t give a damn

Mr C: tapi si ibu kalo ngomong ke aku yang bagus-bagus aja tuh tentang elo, jadi jangan khawatir lah

Ms W: ya iyalah pasti bagus, kalo jelek kan berarti dia gak perform, gak bisa ngehandle anak buah macem gue! (masih dengan nada tinggi)

Mr C: loe mestinya tanya ke dia nanti kalo dia pulang

Ms W: jujur ya Mr C, gue males ngomong ama dia, kalo gak penting banget itupun soal kerjaan, males ngomongnya...

Mr C: senyum mesem-mesem

Mr C: emang kenapa sih Ms W?

Ms W: arrrggghh...(ngangkat tangan sambil geram)

Mr C: ok...ok I know, dia emang seperti itu

Ms W: lah, loe tau lah dia macam mana dari dulu...sejak kalian satu level, tetap aja sampe sekarang seperti itu sifatnya

Mr C:ok...ok...orang seperti dia itu harus ditekan

Ms W: ok...ok...ngerti, tapi coba liat faktanya, dia supervisor gue, trus emosinya suka meledak, yaaa gak mungkin lah gue yang neken dia, yang ada gue malah yang ditekan....kalo udah gitu speachless deh bawaannya, emang harus sabar selalu menghadapi dia

Mr C: trus gimana dong nanti

Ms W: ah, karena you yang nanya gue tadi pagi, jadi aja begini...sebetulnya kalo yang make anak2 met, terserah Pak E lah

Mr C: senyum mesem-mesem lagi

Ms W: ngeloyor pergi dengan lega, sambil mikir...ahhh, nyang penting bos gede gue dah tau dan ngerti....


Aku butuh teknologi itu....

... 3 minggu yang lalu
home internet di kamar mati total, dan hanya di barrack bukit kami, beberapa kali orang Larisa mencoba memperbaiki, tapi gak berhasil juga, sinyal gak stabil lah, jaringan yang lagi senewen lah, aniwe saat itu sama sekali mati total..teknisi memanggil expertnya dari Jakarta

... wiken yang lalu
sebuah SMS dari Larisa yang menginfokan kalo internet akan mati total (huh, what else new???!!!) karena akan ada urgent perbaikan di seluruh area town, dalam hati ada secercah harapan, mungkin akan cepat bisa lagi digunakan

... wiken itu juga di sore hari
sebuah SMS dari Larisa yang bilang kalo perbaikan selesai dan internet kembali normal, yipppeee kata hatiku, dah bisa liat dunia lagi

... wiken juga saat itu
ternyata internet di barrack kami belum juga sembuh, dan menurut teknisinya akan sampai minggu depan, marah sebel, ngerasa tertipu dengan SMS harapan itu ( I called it SMS sialan pemberi harapan!!)

...kemarin
sudah seribu sumpah serapah terucap, tiap pulang kantor dilihat lagi itu modem, teuteup aja gak hidup-hidup...makian dan kekesalan memuncak, pada akhirnya, ahhh ketawa aja, awas aja kalo sampai tagihan bulan ini ikut juga ditagih...kita lihat saja nanti tanggal 25...awas lo yaa!!!

... hari ini
nangkring di depan pintu kamar, nulis ini, sambil sesekali ngecek koneksi WiFi yang dibuat mereka, by the way, sebagai wujud rasa sorry mereka, untuk sementara barrack ini dipasangin WiFi, tapi dengan catatan harus ada di luar kamar karena sinyal gak bakalan tembus sampe dalam kamar (something about tembok kamar yang terbuat dari gypsum deh!)

... masih hari ini
pasang obat nyamuk di kamar, buka pintu lebar-lebar, duduk dilantai, dan nulis ini, browsing McAfee untuk download anti virus terbaru (ya iya lah, dah 3 minggu gak di update ini anti virus...)

... aku butuh teknologi ini, sampe bela-belain dan rela digigit nyamuk nangkring di depan pintu (belum lagi menyalahi aturan orang tua yang bilang "jangan duduk depan pintu, nanti jauh jodoh" katanya..)

kapan yaa home internet kami normal, uuuhhhh, I miss that connection...

Sunday, November 16, 2008

jadi loe termasuk yang mana?

Tipe orang dalam kehidupan aku akhir-akhir ini

Tipe 1 = simply rese
Kebanyakan sih berjenis kelamin perempuan, senang melihat orang susah dan susah melihat orang seneng, sangat emosional dan suka pok torolong kalo ngomong, moody dan meledak-ledak. Kalo orang ini punya kedudukan yang tinggi, kasihan banget orang-orang yang ada dibawahnya. Adaaaa aja yang dikomentarin, jika ada suatu hal, selalu ditanggapi dari sisi negatifnya saja
Note: Pok torolong adalah bahasa Sunda untuk menjelaskan blak-blakan, atau straight to the point

Tipe 2 = cengeng
Orang ini biasanya berwajah polos, gampang nangis, semua hal dimasukin ke hati, seolah-olah semua itu tertuju padanya, selalu menganggap bahwa apapun yang terjadi baik atau buruk yang ada disekitarnya adalah akibat dari adanya dia, biasanya gak pedean, mudah terombing ambing oleh tiupan angin yang kencang

Tipe 3 = intimidatif
Orang ini biasanya berpostur tubuh besar, sorot mata tajam, jarang tersenyum, alis mata yang tebal, berkumis kalo untuk cowok dan bila ditunjang dengan kedudukan sosial yang tinggi, akan lebih intimidatif lagi

Tipe 4 = yes sir, no sir
Orang ini sepertinya gak punya prinsip hidup, selalu nurut apa yang dibilang majikannya. Jenis makhluk penjilat sejati, kalo berkomunikasi sama orang, selalu refer ke “kata pak anu, kata bu anu” yang adalah majikannya. Ngomongnya lebih banyak daripada kerja, dan selalu memanfaatkan fasilitas kantor dengan semena-mena, mumpung jadi kesayangan a.k.a kacung majikannya

Tipe 5 = womanizer dan/atau manizer
Biasanya penampakannya cakep, postur tubuh ideal, rapi jali dan dandan. Punya sense of humor tinggi atau juga duit banyak, you name it deh…semua yang bisa dipake untuk memikat pria atau wanita. Umumnya berkepribadian baik, menarik dan setia kawan, tapi kalo soal asmara dan cinta…whoaaa hanya Tuhan dan tukang ojek yang tau

Tipe 6 = Opportunists
Hanya berbuat baik kalo ada maunya saja, dan hanya berteman dengan orang yang bisa memberikan dia benefit berupa materi. Sebetulnya orangnya gak kekurangan sih, tapi bagi sebagian orang bertipe ini, meminta adalah sesuatu yang biasa, there is always a catch in everything...prinsip hidupnya tangan dibawah itu sah-sah saja, toh aku juga berbuat baik sama mereka (target yang di-opportunity-in)

Tipe 7 = Tipe aku
Menjalani hidup dengan wajar dan cukup, tidak berlebihan, dan sederhana saja. Menjalankan kewajiban agama, menjauhi laranganNya, dan kadang-kadang menjalani yang sunnah. Selalu bermimpi besar, sukses di masa depan dan bergaji dolar, menikah dengan pria pilihan Tuhan dan live happyly ever after. Selalu berusaha untuk bersyukur, regardless orang mau bilang apa....ndableg, serius, gak sensi atau pintar dan baik...semua ditelen dan dinikmati saja seperti air yang mengalir di sungai belakang rumah..


Wednesday, November 05, 2008

Lelaki itu bernama Barack Obama

Sejarah telah tercipta, President hitam pertama di Amerika, Barack Hussein Obama. Hasil kemenangan yang telak, yang dirayakan oleh seluruh dunia, media barat menulis “World Celebrate Landslide”

Bagi Indonesia , ini adalah sebuah pelajaran tentang demokrasi, dimana yang kalah menerima dengan lapang dada dan tetap akan memberikan dukungan terhadap presiden terpilih, dan yang menang mengajak seluruh rakyatnya untuk bersatu untuk melakukan perubahan demi kepentingan rakyat Amerika.

Dalam
pidato kemenangannya Obama bertutur:

"This election had many firsts and many stories that will be told for generations. But one that's on my mind tonight's about a woman who cast her ballot in Atlanta . She's a lot like the millions of others who stood in line to make their voice heard in this election except for one thing: Ann Nixon Cooper is 106 years old.


She was born just a generation past slavery; a time when there were no cars on the road or planes in the sky; when someone like her couldn't vote for two reasons -- because she was a woman and because of the color of her skin.

And tonight, I think about all that she's seen throughout her century in America -- the heartache and the hope; the struggle and the progress; the times we were told that we can't, and the people who pressed on with that American creed: Yes we can.

At a time when women's voices were silenced and their hopes dismissed, she lived to see them stand up and speak out and reach for the ballot. Yes we can.

When there was despair in the dust bowl and depression across the land, she saw a nation conquer fear itself with a New Deal, new jobs, a new sense of common purpose. Yes we can.

When the bombs fell on our harbor and tyranny threatened the world, she was there to witness a generation rise to greatness and a democracy was saved. Yes we can.

She was there for the buses in Montgomery , the hoses in Birmingham , a bridge in Selma , and a preacher from Atlanta who told a people that "We Shall Overcome." Yes we can.

A man touched down on the moon, a wall came down in Berlin , a world was connected by our own science and imagination. And this year, in this election, she touched her finger to a screen, and cast her vote, because after 106 years in America , through the best of times and the darkest of hours, she knows how America can change.

Yes we can..."


Pidato yang menyentuh, and somehow my eyes burst to tears….

Aku terharu

Friday, October 31, 2008

Vienna, Tante Margeet dan Verken

Perjalanan dari Amsterdam Sloterdijk (terminal bis Amsterdam) ke Wenen (Vienna Austria) di Musim semi saat itu, ditempuh dalam waktu 7 jam. Teman seperjalanan ku kebanyakan adalah pasangan suami istri yang akan menghabiskan harinya untuk nonton konser music classic di Vienna (or Wenen in Dutch language), kursi di sebelah ku ditempati oleh Tante Margeet, seorang wanita berusia kira-kira 65 tahun yang pernah tinggal di Indonesia saat perang kemerdekaan, dia bersuamikan seorang Batak yang telah almarhum dan telah meninggalkan Indonesia sejak tahun 70-an.


Tante Margeet masih pintar berbahasa Indonesia (dengan logat Belandanya), dan dialah satu-satunya orang yang ku ajak ngobrol sepanjang perjalanan dari Amsterdam ke Austria, bahasa Indonesia yang sangat baku dan sedikic berlogac Belanda.

Highway yang menghubungkan antar negara ini segitu lebarnya, tidak ada kewajiban untuk berenti bayar tol karena emang menggunakan jalan tol ini gratis, infrastructure penghubung antar negara sangat bisa diandalkan, sehingga perjalanan dengan bus ini berjalan dengan nyaman…

Pengemudi bus ini bernaman Wim, seorang Suriname yang pintar juga berbahasa Inggris, so walaupun kebanyakan orang berbahasa yang aku gak ngerti, at least ada Wim dan Tante Margeet yang bisa memahami keinginan aku (penting nih, terutama saat pesan makanan…untuk memastikan aku itu dipesenin yang vegetarian aja dan tidak makan hewan berkaki pendek –istilahnya Tante Margeet alias babi)

Kami tiba di hotel HelenenStrüberl di Mayerling, hotel ini terletak di lembah Helenen dan sekitar 20 menit dari city center Vienna. Di sekitaran hotel yang ada adalah lembah dan bukit, mengingatkan aku pada film Sound of Music yang memang mengambil lokasi di pegunungan Austria.


Seperti dalam rencana, para bapak dan ibu itu langsung ke Vienna nonton konser music classic, aku memilih untuk stay di hotel dan menikmati daerah sekitar aja….scara kita mah anak muda yaa,mending ngider aja kaleee

Sebetulnya aku sempat nyesel and bete waktu naik bis ini, soalnya gak fun aja getho bareng oma dan opa, sampe bela-belain nyari info kereta yang bisa bawa aku pulang ke Amsterdam, dan Mayerling itu di perbukitan dan butuh berjuang untuk bisa ke kota dan nyari kereta cepat ke Amsterdam (when I said butuh perjuangan, it was really butuh perjuangan) karena emang bis aja cuma mampir sekali sehari, saat baru tiba bete banget….tapi ketika liat perbukitan yang hijau dan keren banget, otomatis hilang itu bete, nyang ada malahan nyari cara gimana untuk bisa hiking ke sana….hehe

Disamping letak hotel yang di perbukitan, ternyata kota Vienna sendiri menawarkan begitu banyak keindahan, bahkan malah kota ini kota paling ku suka dari beberapa Negara di Eropa yang ku datengin. I don’t know why, mungkin karena suasana kota Vienna sendiri, kemudian perbukitan Helenen di Mayerling yang indah....ahhh, pokoknya aku akhirnya jatuh cinta deh!

Aku sempatkan tour keliling kota Vienna, ke istana Belvedere yang terkenal, kemudian sempat mampir ke exhibisi foto art di tengah kota dan juga muter-muter gang and alley di seputaran kota ini.

Dan tak lupa mampir ke winery di daerah yang gue lupa namanya, sebuah desa kecil yang rapi dan teratur khas negara Eropa, bangunan tua dan kota yang rapi dan bersih, mampir di restoran desa ini untuk segelas rice wine (aku sih memilih sparkling water alias air soda tanpa rasa) dan steak babi atau steak ayam yaikssss…

Emang rada-rada susah nyari makan di tempat ini, semua mengandung verken alias babi, solusinya aku cuma jadi vegetarian dan nyabu saja (nyayur dan buah), walhasil pulang dari liburan bukannya gendut tapi malah kurus dan keling (karena kebanyakan ngider kota hehe), cuaca saat itu di Vienna gak terlalu dingin, so bisa pake T-shirt saja, sementara matahari cukup rajin bersinar….walhasil, keling lah ini muka dan badan!

Vienna tetap tempat favorite untuk dikunjungin karena aku suka suasana kotanya, perbukitannya yang hijau dan juga aku ngerasa rileks aja ada di kota ini, mungkin suatu saat nanti aku akan berkunjung lagi, tapi ahhh entah kapan, mungkin lain kali…

Facts:
Country: Austria
Capital: Vienna
Currency: Euro
Distant from Netherland:
936.44 km (7 or 8 hours by bus and 5 hours by train)

Tuesday, October 28, 2008

Yang TER hari ini..

TER-hore
Dari internet kantor bisa buka blogspot, email yahoo, mp3 streaming dan amazon online shopping setiap-saat, biasanya kan ditutup aksesnya dengan alasan akan mengganggu kerja dan akses server (?) dan hanya dibuka pada jam-jam tertentu saja. Ada apa dengan company gue, kok ujug-ujug agak memberi kebebasan ber-internet surfing?

TER-setuju
Quote seorang teman “Cara menghadapi gue yang ndableg adalah dengan menjadi ndableg juga, jangan bawa-bawa feeling kesensitifitas-an, karena nanti gak nyambung”, betul banget tuh galfriend!

TER-enak
Makan siang dari bu Diah di kantor, perpisahan pak Dadang.

TER-bray brayan
Kantor gue yang berukuran 2.5x2.5m, dipasang 4 lampu neon ukuran 1 meter. Can you imagine betapa terangnya kantor itu? Duhhhh….dimana yaa sun glasses gue?
Note: bray-brayan adalah bahasa Sunda untuk menjelaskan keterang-benderangan

TER-lama
Menjawab email seseorang, tapi bingung nulisnya gimana, sampe beberapa kali di delete, ketik lagi, delete ketik lagi, lamaaa banget mikirnya. Padahal inti emailnya cuma mau bilang, "I’m ok with your proposed schedule, please proceed"…..gitu aja kok repot!! Hmmm, mungkin karena yang ngimel itu cakep kali yaa, hehehe teuteup genit!!

Sunday, October 26, 2008

Wiken yang beda..

Sabtu, 25 Oct, 5.53 AM
Tuit...tuit...tuit, smoke detector di kamarku teriak dengan nyaringnya. Kaget luar biasa, suara yang memekikan telinga membangunkan tidur nyenyak ku, masih separuh nafas tengok kiri kanan, ternyata gak ada tanda-tanda ada kebakaran atau asap mengepul, jadi si smoke detector menyala dengan sendirinya karena baterenya dah perlu diganti. Bunyi nyaring itu hanya berlangsung 1 setengah menit, kemudian berhenti....eh tapi bunyi lagi beberapa kali, mati hidup mati hidup..

Ku SMS seorang teman "Eh, kalo mau perbaiki smoke detector, telp siapa yaa?", temanku menjawab "Telp pak Luntungan di 49xxx or pak Wahono di 48xxx"

Tapi telepon itu tidak ku lakukan, karena akhirnya si detector itu gak bunyi lagi sampe jam 9.00 pagi. "Ah, palingan kalo bunyi cuma semenitan, dan hilang lagi, pake ear plug juga masih bisa tahan, pikirku"

Sabtu, 25 Oct, 7.30PM
Makan malam di Tropical ama temen-temen perempuan. Sedikit percakapan dengan salah satu dari mereka.
Wu: "Eh, gimana smoke detectornya? Jadi telp pak Luntungan?"
Wi: "Detectornya dah diem, aku gak jadi telp pak Luntungan"
Wu: "Hati -hati loh Wi, si smoke detector mah suka bunyi di waktu-waktu yang aneh, apalagi kalo lagi low bat kayak gitu"
Wi: "Ah ga papa deh Wu, palingan cuma semenitan, dah pake ear plug kok!"

Minggu, 26 Oct, 2.13AM
Tuit...tuit...tuit, si smoke detector menjerit lagi dengan nyaring. Masih tetap kaget, tapi dah siap ear plug. Semenit berlalu....dua menit...lima menit...kok gak berenti-berenti.
Duhhh, kan dini hari gini berisik banget!! Akhirnya ku putuskan nelepon nomer keramat itu, ERT 49xxx, tapi kayaknya sambungan telepon lagi error, jadi yang ada bunyi tulalit juga.

Masih dengan keberisikan itu, akhirnya ku telp clinic (karena kayaknya kantor itu yang buka 24 jam), dan seorang suster bernaman Carolina menjawab telp ku dan bersedia membantu menelepon ERT untuk bisa datang ke kamarku untuk shut that damn smoke detector up!!

Minggu, 26 Oct, 2.27 AM
Akhirnya 2 orang ERT datang ke kamarku, disertai 2 orang security (mungkin karena lampu halaman camp lagi mati, paginya baru aku tau kalo emang lagi ada masalah di listrik, so almost area mati lampu). Dua omm ERT akhirnya membantu ku melepas itu smoke detector...syukur, akhirnya kebisingan itu berakhir sudah

Minggu 26 Oct, 3.20 AM
Masih gak bisa tidur juga, masih kaget oleh kejadian dini hari dan all the keberisikan yang dibuatnya...entah sampai kapan ketidak bisaan tidur itu terjadi, yang pasti jam alarmku berbunyi 6.30AM, waktunya bangun lagi karena jam 7.00AM dah janjian ama Wu mau ke pasar Maluk beli mie ayam.

So, this wiken:
- Pupus sudah harapan untuk bangun siang, to me, bangun pagi (apalagi mendadak terbangun di dini hari hiks! )di hari Sabtu dan Minggu never my favorite things....ever!!
- tapi mie ayam Maluk, leker juga, boleh lah pengobat rasa sebel.
- inget selalu nomer ERT, you never know when you're gonna need it!

Note:
ERT: Emergency Response Team, di departemen Safety
Damn Smoke Detector: Alat pendeteksi asap yang bisa menyelamatkan nyawa dan property, tapi jadi sangat mengganggu kalo lagi low-bat...berisik!!



Tuesday, October 21, 2008

Aku Jatuh Cinta

**Cinta itu universal, cinta tidak terbatas ruang dan waktu dan cinta tidak dibatasi oleh jarak
** Cinta itu common sense, cinta tidak bisa diraba, cinta hanya bisa dirasa dan cinta tidak pandang usia
** Cinta itu tidak buta, setidaknya untuk saya, catet yaaa...cinta itu tidak buta!



Oh, akhirnya kutemukan juga
Dirimu kasih satu sosok idola
Oh, cintaku bersemilah sudah
Hasratku membara, khayalku melayang jauh tinggi

Mengapa tidak sejak dulu
Mengapa tidak sebelumnya
Saat kau sendiri
Punah asa sudah

Aku jatuh cinta
Aku tak berdaya

~~ penggalan lagunya Elfa's Singer


Monday, October 20, 2008

Untung

Untung tadi si bemper mobil itu tidak nabrak Kijang di depannya waktu mundur
Kalo nabrak kan, gak lulus deh testnya
Belum lagi accident report
Belum lagi malunya
Masa' sih mundur aja nabrak

Tapi untuunnggggg, tadi hampir aja nabrak
Grogi sih pas test, kok buru-buru amat
Duh...deg-degannya masih sekarang

Untung dah pokoknyaa...

ih untung banget dah!! dag dig dug dag dig dug

Peace in my heart
Tapi kok yaa masih deg-degan sih??

Thursday, October 16, 2008

I wish

I wish I could speak more than 2 languages
I wish I could speak German, Dutch, French, Koreans, Arabic and Japanese
I wish I could get a chance to improve my conversational Spanish

I wish I have a million dollar to explore the whole world before my 40-ish
I wish I have time to teach A B C to my niece
I wish I have stiletto shoes that is still on my forever shopping list

I wish there is such a thing as shower machine, so I don’t need to shower every night, please..
I wish I have anymore idea to write this ‘till it finish


Ahhhh, I wish…